Tim Sigab Pacitan
Perjalanan Tim SIGAB PPPA Daarul Qur'an Ahad, 3 Desember 2017 mulai menyisir lokasi pantai tepatnya di Kampung Nelayan Desa Kembangan Dusun Bubukan yang berjarak sekitar 3.1 Km dari bibir pantai. Disini terdapat korban banjir sekitar 200 KK dan satu pesantren dengan santri sebanyak 200 jiwa. Meski di sejumlah lokasi banjir, air bah mulai surut, namun Kampung Nelayan masih menyisakan tugas untuk masyarakat. Berada di lokasi hilir sungai menjadikan Kampung Nelayan tergenang tidak hanya dengan air, namun lumpur dengan ketinggian hampir 30 cm. Banyak masyarakat yang mengeluh tidak memiliki peralatan kebersihan, pasalnya terjangan banjir menghayutkan barang-barang yang mereka miliki. Di tambah untuk mendapatkan peralatan kebersihan di Pacitan saat ini sangat sulit. Sedangkan pondok pesantren Al Istiqomah yang berdiri sejak tahun 2008 di Kampung Nelayan Desa Kembangan menceritakan bahwa kondisi pesantren sulit air bersih sebab mesin pompa air mengalami kerusakan pasca banjir, serta selimut dan Al Qur'an yang hilang serta basah. Tim SIGAB PPPA Daarul Qur'an akhirnya berangkat ke Ponorogo untuk mendapatkan kebutuhan Masyarakat Kampung Nelayan. Perjalanan dari Pacitan menuju Ponorogo sekitar 67 Km didapati banyak sekali tanah longsor serta jembatan penyeberangan yang putus. Sesampainya di Ponorogi Tim SIGAB PPPA Daarul Qur'an menyiapkan 200 alat kebersihan yang terdiri dari alat pel, handy top (seruk air), dan sikat lantai. Serta mesin air, selimut, dan Al Qur'an untuk masyarakat serta pondok pesantren Al Istiqomah Kampung Nelayan Desa Kembangan. Total penerima manfaat dari bantuan Tim SIGAB PPPA Daarul Qur'an di Kampung Nelayan Desa Bubukan berjumlah 1.000 Jiwa. Semoga bantuan ini semakin memudahkan masyarakat untuk membersihkan bekas banjir dan dapat segera beraktivitas seperti biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *