Agresi Israel atas Gaza sudah berlangsung lebih dari 10 hari bahkan kini seluruh wilayah Palestina terjadi pergolakan dahsyat pasca pengambil alihan Jerusalem sebagi ibu kota Israel yang ditandai dengan pengakuan presiden Amerika Donald Trump, pengakuan ini ibarat magnet perjuangan dan perlawanan tidak hanya di Palestina akan tetapi sebagian besar dari dunia termasuk Indonesia pun melakukan aksi bela Palestina.

Desakan dan kecaman bermunculan dibelahan dunia, tidak berhenti hanya pada pengakuan akan tetapi secara serentak agresi pun digelar atas wilayah Gaza, tercatat 666 orang warga Gaza mengalami luka dan 12 diantaranya gugur akibat akibat pemboman atau penembakan oleh aggressor.

Kondisi mencekam karena perang, sedikitpun tidak mematahkan semangat anak-anak Gaza santri Daarul Qur’an di Rumah Tahfidz Gaza Palestina untuk selalu berinteraksi dengan ayat suci Alqur’an, bahkan hamper setiap bulannya para pembimbing menngadakan wisuda sederhana keluluah dari para santri yang berhasil hafal Alqur’an 30 Juz.

Pada bulan Desember 2017, 11 anak-anak Gaza berusia 14 Tahun hingga 19 Tahun telah di wisuda atas semangat mereka hafal Qur’an, berikut nama ke 11 anak Gaza tsb: Bassam Raed 16 Tahun, Hamzah Raed 16 Tahun , Mohamed  Montasar 14 Tahun, Najmah Hasyim 16 Tahun, Salsabil Rami  15 Tahun, Lulu Marwan 18 Tahun, Syahad Yusuf 14 Tahun, Akaber Abdul Qadir 14 Tahun, Alfat Munib Hamzah 14 Tahun, Ansam Ibrahim Eid 15 Tahun, Rawan Majdi Nabhan 14 Tahun, ke 11 anak ini berasal dari Jabalia Gaza bagian utara, dimana di utara Gaza ini pun menjadi salah satu gempuran roket penjajah.

Sejak hadirnya pembangunan Rumah Tahfidz di Gaza Palestina akhir 2013, Yayasan dibawah bimbingan Ust Yusuf Mansur kini sudah lebih dari 240 anak2 Gaza meramaikan untuk menghafal Alqur’an dengan 12 pendidik, hingga kita sudah 70 santi di Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Gaza Palestina berhasil Hafal 30 Juz Alqur’an (Baca Qur’an bil goib) ahkam dan tajwid, uniknya lagi usia mereka baru 8 tahun hingga 19 tahun.

Palestina kini sedang dalam gejolak, dikabarkan 12 meninggal dan tak kurang dari 2000 orang baik di Gaza maupun diwilayah Tepi Barat mengalami luka-luka, walau kondisi hidup santri dalam ketegangan dan peperangan akan tetapi mereka tetap berkomunikasi dengan Alqur’an dan selalu menambah hafalan mereka, luar biasa dalam sehari mereka mampu hafal Qur’an 2 hingga 4 halaman, dan untuk murojaah hafalan 1 hari 15 Juz, 2 hari 30 Juz, Masha Allah

Mari dukung program Hifzil Qur’an di Gaza Palestina.

Icon-Sedekah-Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *