PPPA Daarul Qur’an mendirikan rumah tahfizh di Dasan Lekong, Sigar Penjalin, Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barqat (NTB). Di desa ini, PPPA juga tengah membangun 100 rumah untuk warga yang tempat tinggalnya rata dengan tanah pascagempa bumi melanda.

Saat ini warga masih tinggal di tenda-tenda pengungsian dan terus bergotong-royong membangun rumah Qur’an. Seiring dengan itu, masyarakat Dasan Lengkong juga sangat antusias mendirikan rumah tahfizh. Mereka tak mau ketinggalan untuk ambil bagian dalam pembangunan rumah tahfizh.

Warga berharap desanya menjadi pusat pendidikan tahfizh di Lombok pascabencana. Keinginan besar mereka agar anak-anak Dasan Lengkong menghafal Al-Qur’an tercermin dalam dukungan tiap kegiatan. “Biar saya cuma tukang, anak saya harus jadi orang. Bisa ngafal Qur’an,” ujar Sukri, warga Dasan Lekong.

Dasan Lengkong adalah desa kedua setelah PPPA Daarul Qur’an membangun 80 rumah Dusun Melempo, Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Dasan Lengkong dipilih karena kondisinya rusak parah akibat gempa, sama seperti Melepu hampir seluruh rumah hancur di sana.

Melalui pendirian rumah tahfizh PPPA Daarul Qur’an berupaya mendampingi warga Dasan Lengkong. Begitu pula Melempu yang saat ini warganya tengah bergotong-royong mambangun masjid. Kader-kader tahfizh dikirim ke desa-desa tersebut untuk menyelipkan nilai-nilai Qur’an dalam setiap aktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *