sigab-1Hari kedua tim SIGAB berada di Pidie Jaya, bertepatan pada Jumat, 9 Desember. Program Officer PPPA Daarul Qur’an, Jay Jahidin melaporkan dari lokasi bencana gempa 6.5 SH.

Alhamdulillah, ia menyebutkan, berbagai bantuan perlahan mulai berdatangan dari berbagai daerah, lembaga sosial masyarakat maupun pemerintah daerah. Namun, bantuan tersebut belum terdistribusi dengan merata.

Hal itu mendorong tim SIGAB untuk menyusuri perbukitan untuk melihat langsung lokasi-lokasi bencana yang belum tersentuh oleh bantuan.

“Dengan bermodal informasi warga di sekitar, tim SIGAB tiba di perbukitan Desa Ji Jiem, Bandar Baru (Pidie Jaya) hingga dusun terakhir. Lokasi ini terpencil, jauhnya sekitar 10 KM dari pusat kabupaten. Sehingga, menyebabkan bantuan belum masuk ke desa ini,” jelasnya.

Abdullah, Ketua Pemuda setempat mengatakan, sebagian besar rumah tidak bisa dipakai karena rusak parah. Dinding rubuh, lantai retak hingga atas yang tak utuh lagi.

Ia berkata,” warga sangat trauma dengan gempa susulan.”

InsyaAllah, tim SIGAB akan mendirikan posko Dapur Umum maupun Medis, hingga menunggu tim kedua tiba bersama tim dan peralatan medis.

Sedikitnya, ada 150 KK yang terdampak gempa hebat di perbukitan asri ini. Hanya tenda seadanya menjadi tempat bertahan warga, sejak hari pertama bencana hingga kini.(J/H)

Sumber: pppa.or.id

sigab-2 sigab-3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *