PPPA Daarul Qur’an Surabaya kembali mengadakan kegiatan pesantren ramadhan untuk yang kesekian kalinya. Berbeda dengan pesantren ramadhan tahun sebelumnnya kegiatan pesantren ramadhan ini hanya berlangsung selama 4 hari (31/5-3/6). Kegiatan pesantren ramadhan ini di laksanakan secara terpisah untuk santri putra berada di rumah tahfidz benowo, sedangkan santri putri berada di rumah tahfidz lidah kulon. Santri yang mengikuti kegiatan pesantren ramadhan tahun ini berjumlah 17 santri dengan rincian 11 santri putri dan 6 santri putra.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan selama pesantren ramadhan yakni untuk santri putri mereka belajar Bahasa arab dan kaligrafi, kegiatan tersebut merupakan fasilitas tambahan yang belum ada ditahun sebelumnya, selain itu santri putri juga diajak untuk belajar menanam cabe bersama komunitas Tunas Hijau. Sedangkan untuk santri putra mereka memanfaatlan lapangan luas dekat rumah tahfidz untuk kegiatan memanah dan berlajar bersama komunitas care for teen. Selain mendapat kegiatan yang menyenangkan, santri putra maupun santi putri juga dituntut untuk menyelesaikan hafalannya, kejadian menarik terjadi pada santri putri ketika melakukan murajaah pagi dengan melawan rasa kantuk namun masih tetap semangat untuk menghafal al-qur’an.

Apresiasi untuk santri yang semangat dalam menghafal, santun dalam bertingkah laku, serta aktif dalam bertanya dan menanggapi pulang dengan membawa oleh-oleh sebagai santri terbaik, untuk santri putri dipegang oleh Diara Kayana, sedangkan untuk santri putra predikat terbaik diberikan kepada M. Miftahul yang menurut keterangan dari relawan pesantren ramadhan miftah merupakan anak yang memiliki kelebihan khusus (red: autis).

Selain apresiasi yang diberika kepada 2 santri sebelumnya, ada beberapa kriteria yang diberikan kepada santri putra dan putri. Kriteria penghafal terbanyak diberikan kepada Faza Salsabila dan M.irfan, santri disiplin diberikan kepada Nayla dan M.Ali, santri kreatif diberikan kepada Raisya dan Miftahul, untuk santri yang rajin membaca dan mengisi waktu luang diberikan kepada naura sebagai santri literasi. Untuk santri putra ada satu kriteria berbeda yakni santri terpatuh yang diberikan kepada faza Kafi.

Penutupan pesantren ramadhan diisi dengan parenting bersama orang tua santri. Berkenaan dengan itu Muhammad Zuzali selaku manager area jatim memberikan materi parenting bersama orang tua dan santri putri. Pesan dari bapak Zali, sapaan akbrabnya “berikan motivasi kepada anak tentang orang-orang yang sukses karena menghafal al-qur’an. Contohnya ustadz yusuf mansyur”, tegasnya. Harapan juga muncul dari relawan peaantren ramadhan tahun ini untuk kegiatan pesantren ramadhan tahun depan agar lebih mempersiapkan dan memanfaatkan waktu dengan baik. (sar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *