Senin (22/1), Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an menuju Kabupaten Asmat, Papua. Kabar miris bahwa, tanah Papua tengah terjadi goncangan besar Tsunami kemanusiaan, tingginya kematiaan ibu dan anak akibat busung lapar dan gizi buruk telah melanda di Asmat. Berita ini hampir tidak muncul ke permukaan padahal, ada jutaan rakyat tanah Papua baik yang bermukim di lepas pantai, pesisir, pedalaman dan pegunungan tengah merintih,menjerit, menangis setiap hari karena Kejadian Luar Biasa (KLB) busung lapar dan campak yang mematikan.

Menurut data yang didapat tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an, dalam empat bulan terakhir jumlah korban bisa bertambah setiap harinya. Tercatat 61 anak meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk. Merespon tragedi tersebut, PPPA Daarul Qur’an menerjunkan tim kemanusiaan yang terdiri dari tim medis (Dokter dan Apoteker) dan Jahidin sebagai General Manager Program PPPA Daarul Qur’an untuk melakukan maping program jangka panjang.

Salah satu target PPPA Daarul Qur’an adalah selain memberikan layanan medis, edukasi kesehatan dan bantuan makanan adalah membuat program jangka panjang berbasis tahfidzul Qur’an. Program ini akan disesuaikan dengan potensi wilayah dan sumber daya lokal sehingga kedepannya program bisa berkelanjutan.

Diharapkan, respon ini memberikan bantuan darurat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Papua yang terdampak. Bekerjasama dengan warga pelosok Asmat untuk membuat program jangka panjang, guna peningkatan kualitas taraf hidup masyarakat Kabupaten Asmat, Papua. Bantuan dan kepedulian seluruh masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan, @daqusby sendiri membuka akses berdonasi melalui bit.ly/SEDEKAHONLINE. Ini saudara kita, ditanah air kita, mereka layak mendapat rasa kepedulian kita. Mari bersama bantu saudara kita di tanah Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *