Pagi itu, kabut putih masih mengisir seluruh wilayah Sukabumi. Udaranya sejuk dan embun menyentuh setiap makhluk bumi di sana. Termasuk, jejeran padi yang mulai menguning dan semakin tertunduk. Berayung ke kanan, kiri, depan dan belakang. Ah… inilah cara mereka bertasbih kepada Sang Pencipta.

Nampak di tengah-tengah mereka, ada sekelompok orang yang sedang mengagumi hamparan hijau di depan mereka. Terdengar, serentak tasbih yang diucapkan mereka.

“Tahun lalu, tidak seluas ini. Sekarang bertambah luas ya,” bincang dua orang wanita, yang terlihat seperti berusia 40-an.

Terdapat tulisan yang tertera pada baju yang mereka kenakan. “Wisata Panen Raya”. Ya, agenda yang terselenggara setiap tahunnya oleh Daqu Agrotechno, sejak 2012 lalu. “Selamatkan Generasi Pertanian Indonesia”, menjadi tema agenda yang terlaksana pada 2-3 Desember ini. Mengingat, selain menyaksikan perayaan Panen Raya, diresmikan pula Sekolah Pemuda Tani.

Ketua Yayasan Daarul Qur’an, Ustad Muhammad Anwar Sani berkata,”panen ini bukan yang sekali atau dua kali, melainkan ke sekian kalinya. Mengingat, padi selalu panen 2-3 kali setiap tahunnya. Sedangkan, sayuran penen setiap pekannya.”

Tapi, lanjut ia, pada kegiatan ini keluarga besar Daarul Qur’an mengajak para simpul, donatur dan mitra PPPA Daarul Qur’an untuk melihat langsung program yang berjalan.

Hal ini, merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban PPPA Daarul Qur’an kepada semua yang telah berkontribusi di dalamnya. Sehingga, diharapkan kepercayaan donatur, simpul, dan masyarakat semakin meningkat.

“Alhamdulillah, kegiatan Daqu Agrotechno tak hanya sebatas panen saja. Tapi, bagaimana program ini dapat memberdayakan masyarakat sekitar dan menyebarkan kebaikan,” tuturnya.

Direktur Agrotechno, Muad Assegab menyebutkan berbagai program Daqu Agrotechno meliputi, program pertanian terpadu yang mendorong keterampilan dalam pengelolaan usaha tani. Tak hanya mandiri, melainkan memiliki nilai-nilai sosial, kesehatan dan perbaikan lingkungan sekitar.

Kemudian, program peternakan berbasis lingkungan. Suatu program yang mengupayakan menambah pendapatan petani melalui kegiatan usaha ternak komunitas. Melalui pemanfaatan alam sekitar, seperti pupuk organik dari kotoran ternak.

Tak tertinggal, ia menerangkan, program yang memperhatikan kesehatan masyarakat, melalui program Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa. Sebuah kegiatan menyalurkan beras organik kepada keluarga-keluarga yang mengalami gizi buruk, ataupun masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi Raskin.

“Melihat fenomena penurunan fungsi lahan pertanian yang beralih menjadi pemukiman padat penduduk, ruko-ruko, dan bangunan lainnya ini. InsyaAllah, kami pun berupaya membentuk gerakan yang memeberi edukasi kepada masyarakat tentang sektor pertanian,”ungkapnya.

Alhamdulillah, agenda ini diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti, memetik hasil panen secara langsung di ladang perkebunan bersama Ustad Yusuf Mansur. “MasyaAllah, semua yang ditanam di sini, di doakan dan di sholawatkan sebelum menebar bibitnya. Bahkan, setiap petaninya mengaji dulu sebelum bekerja,” ujarnya.

InsyaAllah, tambah ia, keberkahan selalu meliputi seluruh donatur dan masyrakat Indonesia yang berkontribusi di dalamnya. Bayangkan, setiap doa dan dukungan yang mengalir di lahan ini, menghasilkan panen yang dikonsumsi oleh para santri penghafal Alqur’an.

“Subhanallah, di doakan agar yang rezekinya masih sempit dilapangkan, yang belum datang jodohnya segera didatangkan, yang sakit segera diberikan kesehatan, yang belum memiliki anak dilimpahkan anak yang sholeh-sholehah, dan semua yang memiliki hajat segera dikabulkan oleh Allah SWT, Aaminn….”

Redaksi: pppa.or.id

panen-raya-3 panen-raya-4 panen-raya1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *