suriah(1)Alhamdulillah atas izin Allah, PPPA Daarul Qur’an sudah berada di Kayseri, Turki mendistribusikan bantuan bagi para pengungsi Suriah di perbatasan Turki-Suriah. Tim kemanusiaan berupaya menyampaikan amanah para donatur dari Indonesia yang terpanggil hatinya mendengar jeritan hati penduduk Suriah.

PPPA Daarul Qur’an juga bekerja sama dengan Kayseri Uluslararasi Ogrenci Dernegi (KUDER) atau Association of International Students in Kayseri, sebuah organisasi yang menaungi mahasiswa asing dan mahasiswa Turki.  Pendistribusian bantuan dilaksanakan pada Kamis (5/1) waktu Turki.

Bantuan kemanusiaan yang disalurkan PPPA Daarul Qur’an dan KUDER meliputi, makanan pokok seperti gandum, susu dan pakaian dingin. Saat ini musim dingin tengah memebekap wilayah Suriah dan Turki mencapi minus 7 derajat celcius.

Selain dalam bentuk barang, sebagian bantuan disalurkan dalam dana tunai 200 lira (Rp800 ribu) ke 150 keluarga pengungsi di Rayhanli. Hal ini sesuai saran dari Mehmet Alverdi, Ketua Pelayanan Kesehatan untuk pengungsi Suriah di Rayhanli, Turki.

“Bantuan dalam bentuk barang mereka sudah cukup. Apa lagi sebagai pengungsi mereka tidak punya tempat tinggal tetap. Lebih strategis dalam bentuk tunai. Dana tunai bisa mereka pakai untuk jangka panjang,” ujar Mehmet.

Aktivitas di Balai Kesehatan Mehmet selalu ramai setiap harinya. Nyaris tiap jam, gelombang pasien pengungsi datang silih berganti. Mereka dari bayi hingga lansia datang dengan luka. Pemandangan memprihatinkan tampak dari wajah anak-anak tak berdosa Suriah yang tubuhnya dipenuhi perban luka.

“Mama, mama, dimana mama. Mama akan datang kan paman ? Mama akan datang ?” rintih seorang bocah lelaki 8 tahun sembari berbaring di lantai beralas kain tebal. Perutnya robek tertimpa bangunan yang dibom.

“Ibunya meninggal di Aleppo,” terang pamannya yang terus menghibur anak itu.

Di klinik sederhana Mehmet, Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an memberikan bantuan obat-obatan. Kehadiran tim bertepatan dengan khitan anak-anak pengungsi Suriah.

“Daarul Qur’an datang di saat yang tepat untuk kegiatan hari ini. Kami mau khitan anak-anak pengungsi,” kata Mehmet sembari menyiapkan ruang di sudut klinik untuk mengkhitan.

“Bantuan anda kami belikan obat-obatan dan mainan untuk hadiah anak-anak ini. Mereka perlu dihibur untuk mengurangi kesedihannya,” tutur Mehmet.

Aktivitas PPPA Daarul Qur’an di perbatasan Rayhanli-Aleppo berlangsung empat hari. Selama waktu itu Tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an mengunjungi para korban dan pengungsi, melihat langsung penderitaan yang mereka alami dan naluri kemanusiaan siapa yang tak tergerak.

“Alhamdulillah setelah selesai menyaksikan anak-anak pengungsi Suriah dikhitan. Bantuan hidup dan obat-obatan sudah kami sampaikan,” kata Kamarullah, relawan PPPA Daarul Qur’an dari Kayseri.

“Pesan Kemanusiaan yang jadi renungan bagi kita, dalam perang anak-anak tak berdosa yang jadi korban paling menderita. Menyaksikan perang saudara seperti ini, hikmah bagi kita untuk memperkuat persatuan dan kedamaian negeri kita tercinta,”  pungkas Kamarulah.

Redaksi: http://www.pppa.or.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *