Sejak bencana longsor menimpa Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (31/12) lalu, proses evakuasi masih terus dilakukan. Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an bekerjasama dengan BNPB, Basarnas, Polri, TNI dan sejumlah lembaga lainnya bergerak sejak hari pertama tragedi.

Koordinator SIGAB Didi Kurniawan mengatakan, data tim SAR di lapangan mencatat sebanyak 20 orang yang belum ditemukan diduga tertimbun tanah. Curah hujan yang masih sering terjadi membuat tanah masih labil dan dikhawatirkan kembali longsor.

“Akibatnya, banyak relawan yang tak diperbolehkan masuk ke titik longsor untuk melakukan evakuasi. Tim Relawan dibagi dua shift, yaitu pagi dari pukul 07.00 sampai 12.00 WIB. Shift ke dua dari pukul 13.00 sampai 17.00 WIB,” jelas Didi.

Ia menuturkan, jalan masuk menuju lokasi longsor sangat sulit. Tim SIGAB terus bergerak dengan berbagai alternatif menggunakan ojek sepeda motor untuk dapat menembus akses menuju titik lokasi dengan melewati kurang lebih 10 km jalan curam dan tebing-tebing.

“PPPA Daarul Qur’an akan terus mendistribusikan bantuan yang menjadi kebutuhan mendesak para korban di pengungsian dan menyampaikan amanah para donatur,” ucap Didi.