Jembatan KehidupanPANDEGLANG (14/2). Sambil menggendong anak, Amir (30) kini tidak ada rasa takut menyeberang jembatan dengan motor bebeknya. Memang, trauma saat melewati jembatan bambu masih ada.

Jembatan Ciseurueheun, Pandeglang, Banten, dikenal dengan jembatan bambu yang licin dan berbahaya. Terlebih, jika musim hujan datang, jembatan ikut hanyut terbawa air sungai. Suasana ini terjadi setelah jembatan beton permanen tahun 1980, lapuk dan hancur dimakan usia. Setiap 6 bulan sekali, warga berbondong membangun jembatan bambu seadanya.

Puluhan tahun, 2500 KK dari 4 desa yang melewati jembatan ini sudah berupaya maksimal. Berada di lokasi tidak terlalu jauh dari pusat ibukota, mereka berharap jembatan bukan lagi jadi persoalan. Kenyataanya, bantuan pemerintah tak kunjung hadir, akhirnya warga inisiatif membangun jembatan bambu seadanya.

Akibat jembatan yang rusak, akses pendidikan, ekonomi dan kesehatan terhambat. Lebih-lebih, musim hujan yang membuat akses jembatan terputus hanyut terbawa arus. Anak sekolah, petani, pekerja yang nekad menyeberang harus ekstra hati-hati melalui bebatuan sungai. Kondisi ini berubah drastis saat Program Jembatan Kehidupan PPPA Daarul Qur’an hadir.

Menjelang akhir 2015, program jembatan kehidupan “digeber”. Ratusan warga terlibat dalam kolektivitas gotong – royong. Masing-masing warga mengambil peran. Pekerjaan betonisasi jembatan tidak megenal usia dan profesi, baik remaja, orang tua, pelajar, santri, petani, semua ingin ikut terlibat dalam sejarah membangun jembatan : urat nadi kampung yang sempat terputus.

Setahun sudah jembatan ini berdiri kokoh. Warga kini merdeka dari ketimpangan akses kehidupan. Berangsur-angsur, ekonomi warga menggeliat. Anak-anak sekolah tersenyum simpul sambil terkikih pergi ke sekolah. Petani tidak perlu lagi takut hanyut membawa hasil panen. Dengan rasa syukur, Warga menamai jembatan dengan “Jembatan Ar Rohman”. Jembatan kehidupan dari Sang Maha Pengasih. (jay)

icon-sedekah-sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *